“Nda, tadi Senja sedih di sekolah,” kata Senja kepada bundanya.
“Kenapa?” tanya Bunda.
“Kura-kuranya mati terus dikubur. Sini deh, Nda, Senja ceritain. Jadi tadi malam tuh mungkin kura-kuranya berantem. Tadi pagi mati, deh. Tapi udah dikubur sih.”
(Surat dari Bunda Senja, Kelas Langit, di Buku Komunikasi)
Senja cukup peka pada emosi sedih dan gembira.
