Tamu baru: mahoni, salam, ketapang

Besok akan ada tamu di sekolah, lima pohon peneduh yang akan ditanam di titik-titik yang gersang. Hal yang mendorong kami membeli pohon itu karena pada waktu libur pohon petai cina jadi gundul (wah ke salon mana dia ya). Karena tidak ada lagi daun menjuntai, kegiatan belajar di bawah pohon tak lagi bisa dilakukan.

Rupanya Ika cukup peka pada keadaan ini. Dia menawarkan diri jadi pengurus kebun Tetum. Oh, terima kasih, Ika. Pohon memang perlu sentuhan kasih sayang, agar dia bisa tumbuh sehat.

Mudah-mudahan dengan sentuhan Ika, pohon-pohon menjadi subur, dan dampak pemanasan global di Tetum menjadi berkurang.

Seorang murid Antariksa, Reza, begitu peduli pada pemanasan global. Dia pernah datang membawa payung karena merasa sinar matahari begitu terik. Dia juga pernah berkata kepada saya sambil main ayunan bahwa dia ingin mengajak orang-orang untuk bersama-sama mengatasi pemanasan global.

Semoga dengan adanya pohon-pohon peneduh, Reza menjadi puas bahwa kami merespon imbauannya:)

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: