Berlatih Memakai Sepatu

Sepatu adalah benda pribadi yang dipakai hampir setiap hari. Namun pada anak yang lebih kecil kegiatan memakai sepatu tidaklah mudah, karena menyangkut keseimbangan dan feeling. Pertama, ia harus memasukkan kaki ke dalam sepatu. Ini menjadi latihan keseimbangan, karena pada waktu kaki mencari posisi yang nyaman di dalam sepatu, tubuh hanya bertumpu pada satu kaki lainnya. Saat memasukkan kaki, harus diyakinkan bahwa alas sepatu bagian dalam berada dalam kondisi lapang. Artinya, tidak ada benda apa pun di dalamnya. Di samping itu, alas sepatu juga harus rata, tidak terlipat. Oh ya syarat dasar yang tidak boleh dilanggar adalah: sepatu sesuai dengan ukuran kaki.

Kedua, adalah masalah mengikat tali sepatu. Kini banyak sepatu memakai velcro yang praktis, sehingga anak tinggal menarik dan memasang kreketttt, beres deh.

Sepatu jenis lain adalah sepatu bertali yang kurang populer dibandingkan sepatu velcro. Namun sesungguhnya, sepatu bertali mengandung kearifan. Dengan memakai sepatu bertali anak berlatih menggunakan tangannya. Dalam metode Montessori, tali menali adalah keterampilan untuk melatih motorik halus. Salah satu Montessori kit yang terkenal adalah papan kerja, berupa kain berbingkai papan, dan bagian tengahnya diberi tali, kancing dan ritsleting. Tentu menalikan tali di papan kerja mengandung tingkat kesulitan lebih rendah daripada menalikan sepatu. Saat menalikan di bingkai kerja, tubuh dalam posisi leluasa karena papan diletakkan di atas meja, sedangkan saat menalikan sepatu, kaki harus ditekuk, dan dada terhalang oleh paha dan kaki. Menalikan papan kerja tidak ada efek berikutnya karena bingkai hanyalah alat latih. Menalikan sepatu perlu dipertimbangkan faktor keamanan ketika sepatu dipakai. Bila ikatan terlalu longgar, tali akan cepat terurai, dan lepas.

Keterampilan bersepatu itu dilatih di Kelas Antariksa agar mereka mandiri dalam menggunakan benda-benda kebutuhan sendiri.

img_0980.jpgimg_0981.jpg

2 Tanggapan

  1. iya nih kak, aurora untuk bulan januari s/d feb aktivitas menalikan tali sepatu sendiri hanya dapet cukup. soalnya nggak punya sepatu yang bertali. kalo udah urusan sepatu dia milih sendiri. kalo ibuknya yang milihin katanya” sepatu anak yan terserah anaknya ” kalo udah suka satu baju atau sepatu, itu terus yang dipakai. ibarat kering pakai. malah akhir-akhir ini dia sering pakai sepatu yang warna orange kemanapun ia pergi. sambil diinjak belakangnya kayak anak abg. wah………….anak-anak sekarang.kalo dibilangin , paling2 ngambek

  2. wah………..kak endah perhatian juga.kalo inget belinya wah….heboh deh. capek nyarinya.dia nggak mau pakai lainnya sampai tahu tahu udah nggak cukup.terus dia akan bilang disumbangin ke orang lain aja.pokoknya orange……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: