Cinta bertaburan di Tetum

img_0970.jpg

Percaya tidak, di Sekolah Tetum selalu ada cinta bersemi.

Di angkatan pertama, tahun 2001, Nugi mengaku bahwa dia berpacaran dengan Lisa. Dia pernah menulis surat kepada Lisa, tapi itu justru yang membuatnya patah hati. Surat itu berupa tulisan “lisa” dengan pensil di kertas bergaris. Saat itu dia sedang bersemangat menulis, karena baru belajar. Sayangnya, kertas berlipat-lipat itu dibaca oleh Lita, saudara kembar Lisa. Di depan Nugi, Lita membuang kertas itu sambil berkata, “Tulisan jelek!”

Sejak saat itu Nugi tidak ingin lagi “pacaran” dengan Lisa. Tapi … dia tersenyum-senyum saat melihat foto kelasnya di hari wisuda: secara tak sengaja dia duduk di samping Lisa.

Tahun-tahun berikutnya selalu adaaaa saja love infatuation, yang membuat kita, orang dewasa tersenyum. Ada si A dan si B, atau C dan D yang tidak bisa diungkapkan namanya di sini tanpa seizin yang bersangkutan.

Di Hari Valentin lalu, seorang anak Antariksa datang malu-malu memberikan cokelat kepada Kak Ami, guru favoritnya, yang mengajar di Kelas Langit. Usai menyerahkan cokelat, dia kabur ….

Di kelas Antariksa juga ada pernyataan cinta terang-terangan. Divi membuat prakarya untuk Reza seperti terlihat di foto di atas! Tampaknya Reza terlibat dalam cinta segitiga, karena dia juga ditaksir seorang anak lain. Malah pada hari ulang tahun Reza, seorang anak perempuan memberinya hadiah yang indah … tarian dan nyanyian. Pernyataan kreatif yang luar biasa!

Jatuh cinta di usia TK adalah bagian dari proses sosialisasi. Intervensi dari luar –berupa larangan atau pelecehan—membuat mereka menarik diri. Misalnya, saja intervensi Lita, membuat Nugi terluka, mungkin bukan pada perasaan cintanya, tetapi karyanya.

Ya, cinta adalah awal suatu karya besar. Para pujangga menghasilkan adikarya karena cinta, bukan hanya cinta romantisme, tetapi terlebih lagi cinta pada kehidupan dan Tuhan.

Tulisan cakar ayam Nugi, gambar cinta Reza, cokelat untuk Kak Ami dan tarian cinta si gadis Antariksa adalah karya murni pujangga belia.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: