Peneliti Cilik

Kelas Antariksa belajar menjadi peneliti cilik. Mereka dibagi dalam kelompok dan berkeliling di halaman Tetum untuk mencatat nama pohon, merasakan tekstur daunnya, besar batangnya, dan adakah buah/bijinya.

Yang lucu, karena mereka baru belajar menulis, tentulah perlu waktu untuk membuat catatan. Misalnya saja, di kelompok Erin. “Pe-a-pa, en, je-a-ja, ng,” kata Erin, dan Dinda mencatat dengan spidol oranye.

Ada kelompok yang cerdik. Mereka bertanya kepada Pak Warno apakah pohon salam berbunga dan berbuah. “Dua-duanya,” kata Pak Warno. Sekalipun hari itu pohon salam tidak berbunga dan berbuah, mereka tidak puas dengan apa yang mereka lihat, rupanya.

img_1284.jpg Gayanya, seperti mahasiswa IPB saja:)

img_1291.jpg  Rafly, Fajry dan Ewa membahas besar batang.

img_1293.jpg Hmm, kalau tekstur daunnya?

img_1303.jpg Dinda menulis dengan hati-hatiii sekali, sementara Erin dan Arya membantu mengeja.

img_1304.jpg  Sebagai botanis, Andine memang serius.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: