Curhat Bunga

Naya, Lia dan Icha duduk di kursi plastik depan kantor. Di depan mereka masing-masing ada beberapa bunga. Lalu datanglah Laras. Dengan wajah serius dia mengadu, “Tadi aku kan ajak Lia sama Naya ambil bunga. Lia sama Naya nggak mau, maunya main ayunan aja. Eh, waktu aku mau ambil, Lia sama Naya lari, terus ambil duluan.”

Laras tampaknya kesal sekali. Dia tetap tidak terima ketika Lia dan Naya memberikan bunga mereka. Dia baru luluh ketika tangannya dibimbing, dan dibujuk untuk mengambil bunga bersama Sari.

“Ayo, Laras kita ambil sambil menghitung.”

Lalu Laras mengambil bunga yang berjatuhan di tanah, mengumpulkannya di papan titian, dan menghitungnya. Laras tersenyum kembali!

img_1565.jpg Laras dan Sari menghitung bunga.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: