Fun Geography, Living Text, Kartini

Di bulan April, anak-anak bersentuhan dengan fun geography, belajar geografi dengan data hidup. Ini merupakan penerapan metode Charlotte Mason, seorang tokoh homeschooling dari Inggris. Mason mengatakan bahwa seharusnya anak-anak belajar dari living text, bukan dry text. Jadi, seandainya seorang anak belajar tentang Jakarta, ia tidak hanya menghapal data kering mengenai kependudukan ataupun budaya, tetapi lebur ke dalamnya. Dengan merasakan makanan tradisional orang Betawi, maka anak tengah belajar tentang budaya. Dengan mengamati cara bicara orang Betawi, maka anak dapat membedakan perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Betawi.

Ddalam metode living text, anak pun dapat menjadi sumber belajar yang kaya. Bila dia bercerita bahwa dia berasal dari Surabaya, neneknya tinggal di dekat kotapraja, dan setiap pulang kampung selalu makan rawon dan rujak cingur, maka dia tengah menjadi sebuah buku terbuka bagi anak lain.

Di bulan ini pun anak-anak akan diminta bercerita mengenai budaya dan tradisi di dalam keluarga masing-masing sehingga terjadilah proses saling belajar.

Anak-anak juga akan diajak menyelami kota Jakarta, yang menjadi tempat tinggal mereka, dari mulai membuat denah rumah hingga membuat dan membaca peta Jakarta.

Puncak kegiatan adalah Betawi Day, tanggal 23 April 2008. Pada hari itu anak-anak bisa mencoba alat-alat gambang kromong yang dipinjam dari Setu Babakan, dan belajar kilat pada seorang instruktur. Anak-anak juga bisa mencicipi kerak telor yang masih hangat, dan melihat proses pembuatan kerak telor yang diperagakan penjual yang biasanya mangkal di Setu.

Pada hari itu anak-anak boleh memakai baju koko atau segala sesuatu yang terkait dengan Betawi, tetapi bukan keharusan. Kami agak berhati-hati dalam hal ini, mengingat momen itu berdekatan dengan Hari Kartini. Bagi kami, Kartini seharusnya tidak diperingati dengan kebaya, tetapi diresapi pemikirannya yang out-of-the-box untuk zamannya.

Sesungguhnya, tema Fun Geography ini merupakan perayaan terhadap Kartini, sang penulis living text sejati.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: