Tinggi dan Kulit

Pada tahap balita, anak-anak belajar linguistik melalui komunikasi dengan lingkungan. Silakan simak percakapan di bawah ini:

Percakapan I; situasi kegiatan menyanyi bersama

Kak Wiwik: Kak Ami, nada ini ketinggian nggak ya?

Kak Ami: Nggak, Kak Wiwik.

Vito: Aku lebih tinggi dari Janitra.

(Hari itu Vito belajar bahwa kata “tinggi” tidak hanya dipakai untuk tubuh, tetapi juga suara)

Percakapan II, situasi kegiatan menjemur serbet

Aurora (sambil memeras serbet): Reza, kayu yang dikulitin itu kan punyaku.

Reza (menatap sebatang kayu yang dipegangnya dengan mimik “nggak terima”, lalu menengok kepada Kak Muna): Semua kayu kan punya kulit ya, Kak Muna?

(Hal baru untuk Reza, dalam konteks itu kata “dikuliti” mengandung makna bukan “mempunyai kulit”, tetapi “dibuka kulitnya”)

Aku lebih tinggi dari Janitra Aku lebih tinggi dari Janitra

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: