Tok-tok-tok Ubi

Nenek Grondong: Tok-tok-tok!

Ubi: Siapa?

N: Nenek Grondong ….

U: Mau apa?

N: Petik ubi

A: Ubinya sudah masak!

Nenek Grondong memetik ubi yang terluar, lalu menyimpannya. Terus begitu sampai ubinya habis.

Setelah semua dipetik, Nenek merebusnya. Tapi … kurang garam. “Nenek beli garam dulu,” kata Nenek.

Ketika Nenek membeli garam, ubi-ubi kabur.

Nenek mengejarnya. Yang tertangkap menjadi Nenek Gerondong. Permainan yang lucu, ya … yang membuat anak-anak terus memainkannya.

Kak Muna jadi Nenek Grondong. “Tok, tok, tok,” katanya.

Nenek Grondong memetik ubi.

Nenek merebus ubi. “Wah kurang garam,” katanya.

Aurora, Reza dan Kania bermain Tok-Tok-Tok Ubi sebelum mengikuti ekskul

Reza jadi Nenek Grondong.

Begini nih kalau ubi susah dicabut, Nenek dan ubi jadi terguling:)

5 Tanggapan

  1. Waaah senang banget nih. Permainan tradisionil seperti ini lebih seru dari PS3 kan?🙂

  2. seru banget ya!!!!

  3. Manusia sbg makhluk yg berbudaya dlm kehidupan sehari-hari melakukan berbagai aktivitas. Aktivitas tsb merupakan refleksi dr kebutuhan manusia utk berhubungan dgn sesamanya, dgn alam, & dgn Tuhan. Kebutuhan yg diperlukan manusia selain kebutuhan fisik, jg non fisik yg menyangkut rasa keindahan, rekreasi, bermain, pembinaan mental, dll. Olh krn adanya kebutuhan itu, masyarakat mewujudkannya dlm berbagai aktivitas budaya yg akhirnya menjadi milik bersama.

    Salah satu bentuk aktivitas yg dilakukan masyarakat adlh permainan rakyat. Adanya aktivitas ini utk memenuhi kebutuhn akn pembinaan jasmani & sikap mental. Adapn munculnya permainan rakyat bermula dr usaha manusia utk mengisi waktu luang, yg kemudian berkembang mjd alat utk membina ketrampilan & sikap dlm bergaul yg lebih luas. Permainan rakyat hidup & berkembang dlm masyarakat secara turun temurun & bentuknya relatif tdk berubah serta dirasakan sebagai milik bersama.

  4. Manusia sebagai makhluk yang berbudaya dalam kehidupan sehari-hari melakukan berbagai aktivitas. Aktivitas tersebut merupakan refleksi dari kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya, dengan alam, dan dengan Tuhan. Kebutuhan yang diperlukan manusia selain kebutuhan fisik, juga non fisik yang menyangkut rasa keindahan, rekreasi, bermain, pembinaan mental, dan lain-lain. Oleh karena adanya kebutuhan kebutuhan itu, masyarakat mewujudkannya dalam berbagai aktivitas budaya yang akhirnya menjadi milik bersama.

    Salah satu bentuk aktivitas yang dilakukan masyarakat adalah permainan rakyat. Adanya aktivitas ini untuk memenuhi kebutuhan akan pembinaan jasmani dan sikap mental. Adapun munculnya permainan rakyat bermula dari usaha manusia untuk mengisi waktu luang, yang kemudian berkembang menjadi alat untuk membina ketrampilan dan sikap dalam bergaul yang lebih luas. Permainan rakyat hidup dan berkembang dalam masyarakat secara turun temurun dan bentuknya relatif tidak berubah serta dirasakan sebagai milik bersama. Permainan rakyat biasanya dilakukan secara perorangan maupun kolektif.

    Gasing merupakan salah satu permainan rakyat yang bersifat tradisional yang telah dikenal secara luas di Nusantara sejak masa lampau hingga kini. Daerah asal permaianan dan penyebarannya secara kronologis di wilayah Nusantara belum diketahui secara pasti. Menurut informasi dari orang-orang tua penggemar permainan ini, permainan gasing di wilayah Pulau Tujuh (Natuna), Propinsi Kepualauan Riau, gasing telah ada sejak jaman penjajahan Belanda, bahkan jauh sebelum masa itu.

  5. permainan tradisional yang unik dan sangat mendidik.harus di pertahankan karna termasuk akar budaya bangsa.mendidik untuk lebih bisa bersosialisasi.dengan llingkungan sekitar dan menambah serta mempererat tali persaudaraan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: