Betawi Day

Sebagai penduduk Jakarta, kita perlu tahu tradisi lokal kota kita. Karena itu di Sekolah Tetum diadakan Betawi Day. Pada kesempatan itu anak-anak merasakan makanan tradisional Betawi, menarikan tarian Betawi dan mencoba alat musik tradisional Betawi.

Khusus untuk acara itu kami mengundang Bang Ade tukang kue rangi dan Bang Dori, tukang kerak telor. Bang Ade sehari-harinya berjualan keliling Jagakarsa, sedangkan Bang Dori mangkal di Setu Babakan, Cagar Budaya Betawi.

Sebagian anak suka kerak telor, tapi terlalu pedas. Ada juga beberapa orang tua yang memesan kerak telor pada saat menjemput.

Gambang kromong juga kami pinjam dari Setu Babakan. Anak-anak senaaaaaang sekali mencoba alat itu dalam kelompok. Bang Andi, pelatih Sanggar Setu Babakan, memimpin orkes gambang kromong yang dimainkan anak-anak.

Oh ya anak-anak juga diajak berpantun. Pantun Betawi kebanyakan merupakan jenaka, sesuai dengan sifat orang Betawi yang santai dan penuh canda. Pantun ini diperoleh Kak Ria dari orang tuanya yang berasal dari Betawi. Ini pantunnya:

Makan kedondong jangan dibanting
Kalau dibanting pecah kulit
Rambut gondrong jangan digunting
Kalau digunting kagak ada duit

Cang uncang kaki
kekajang dalam perahu
Si Dul ngakal ngaji
jangan bagi tahu

Dan ini favorit anak-anak:

Kayu gabus bunga sekuntum
Yang bagus TK Tetum

Tapi anak-anak juga bisa spontan bikin pantun lho:

Burung perkutut hinggap di pohon kedondong
Kalo mau kentut bilang-bilang dong

(Ini pantun Reza)

Ada hantu makan kedondong, cepetan dong

(Yang berpantun Attar, tapi katanya yang buat Andine. Andine tersenyum malu ketika ditanya, dan mengangguk sedikiiiiiit)

Lalu Naya, Kelas Langit juga mengangkat tangan ingin berpantun:

Kue cucut enak rasanya

Terus? He he … Naya belum tahu soal sampiran dan isi dalam pantun, tapi dia sudah tahu permainan kata-kata, dan yang penting Naya berani berpartisipasi.

Para abang Kelas Langit. Di antara mereka nyempil Indra, Kelas Laut (baju biru)

Rafli dengan kumis dari spidol permanen.

Dinda, Andine dan Erin … Seperti orang dewasa saja!

Tak selalu harus berpakaian Betawi, kan? Alma, Michelle dan Rara happy dengan gaya mereka.

Menyimak Kak Ria berpantun.

Grup tari

Kalau besar pasti mereka jadi abang yang keren!

Mengerumuni kerak telor. Layaknya pasar malam!

Kayu gabus bunga sekuntum, yang bagus TK Tetum.

The Gambang Boys

The Gambang Girls

Walaaah Kak Wiwik tidak mau kalah … Main gambang juga.

The Kromong Boys

“Pukul angka 1, bersamaan kanan dan kiri”

Mama, lihat nih aku bisa main kromong”

The Kromong Girls

Kak Aas, ketua panitia, penasaran juga. Kak Ria kok geli?

The Gong Boys

“Ini namanya gong, Ma”

“Pukul sekali. Goooooong!

Kak Muna ingin juga main gong ….

The Kenong Kids

Musik memang membuat happy. Lihat deh tawa renyah Michelle.

The Krecek Girls.

Rara dan Diandra diberi alat pukul agar telapak tangan tidak sakit.

The Kendang Kemor Boys.

Ketika anak-anak makan, Bang Andi memainkan kongahyan. Indahnya …

Semua happy main musik (foto-foto atas). Kiri: Senja kepedasan ya makan kerak telor?

Menari bersama dipimpin Kak Ami.

Dalam budaya Betawi, pengaruh Cina sangat kental. All the Chinese Girls:)

Selalu ada yang unik untuk difoto!

Satu Tanggapan

  1. ass.wrwb
    acaranya lucu dan anak2nya lucu2
    kira2 saya bisa tau apa mereka ( anak2 ) bisa tampil secara maksimal buat suatu event
    mohon dibalas…terima ksh,asswrwb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: